Beda Penempatan Kata

Aspek lain lagi mengenai perbedaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu yg bikin saya bingung adalah, beberapa kata memiliki cara penggunaan yg berbeda dalam kalimat, seperti contoh berikut:

  • sedangkan. Sepertinya kalau orang Malaysia ngomong “sedangkan”, itu bermakna “karena” (since). Misalnya, “Sedangkan kamu sudah kembali, saya akan pergi”. Pusing gak sih? hihihi…
  • malah. Artinya “bahkan”. Sebenernya ini gak jauh beda dgn bahasa Indonesia, krn kadang² kita juga mengatakan “malah” utk memaksudkan “bahkan”. Tapi dalam kalimat bhs Melayu, setiap kata “malah” yg saya denger, kesannya janggal. Dan selalu “bahkan” lebih tepat menggantikan kata “malah” tsb.
  • apabila. Di bahasa Indonesia, kita nyebut “apabila” itu utk menyatakan pengandaian (subjunctive), menceritakan hal yg belum terjadi, tapi kemungkinan/diharapkan akan terjadi. Tapi di bahasa Melayu, “apabila” itu juga digunakan utk menceritakan kejadian yg sudah terjadi. “Apabila saya datang semalam, saya berjumpa dengan dia.” Kalau di kita mah, yg dipake adalah kata “ketika”.

Masih ada kata-kata lain, seperti pokoknya, padahal, asalkan, memang dan barulah. Kayaknya artinya beda dgn bahasa Indonesia. Sampai skarang saya pun masih suka ngerasa aneh ngedenger kata itu diucapkan dalam kalimat, dan belum ngerti bener maksudnya.

This entry was posted on Wednesday, July 9th, 2008 at 9:18 am and is filed under Bahasa.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply