Kosa Kata 4

Ada beberapa kata dalam bahasa Melayu yg sempet bikin saya pusing, bahkan hingga sekarang.

lambat - lewat - lalu

Buat kita org Indonesia, kalau ngomong “lewat” itu maksudnya through.

Lewat jalan itu. = Through that way.

Tapi di Malaysia sini, “lewat” itu berarti “terlambat/telat” (late).

Boleh bangun lewat. = Boleh bangun telat.
Dia datang lewat. = Dia datang terlambat.

Sehingga kalo yg kita maksudkan adalah through, kita harus menggantinya dengan “lalu”. Masih bisa diterima sih di bahasa di Indonesia, krn toh “lewat” itu bhs slang dari “melalui”. Cuma nggak umum aja kalo kita ngomong, “Lalu jalan ini”.

terus - langsung - sama sekali

Awalnya waktu saya denger temen Melayu saya ngomong “langsung”, saya kira artinya sama dengan di kita. Tapi kok penggunaannya dalam kalimat agak janggal, ya? Contoh:

Dia langsung tak kerjakan assignment.
Tak ada air langsung?
Saya langsung tak paham.

Akhirnya saya menyimpulkan bahwa “langsung” di sini artinya adalah “sama sekali” (at all). Sementara untuk menyampaikan kata “langsung” yg bermakna directly, orang Malaysia menggunakan kata “terus”. Contoh:

Terus sambung PhD.
Tanya terus ke En. Hamid.

Hehe… buat kita orang Indonesia, denger kalimat ke-2, kita akan mentafsirkannya sbg “Tanya terus-terusan ke En. Hamid.” Tinggal En. Hamidnya yg pusing deh. :D

ingat - kira - hitung

Ini juga memusingkan. Saya sering denger kawan saya ngomong:

Saya ingat kamu datang hari ini.
Saya ingat hari ini ujian.

Dari memandang konteks kalimatnya, maka saya menyimpulkan bahwa “ingat” di sini berarti thought, atau “kira” buat kita.

Saya ingat kamu datang hari ini. = Gue kirain loe datang hari ini.

Lucu nggak sih? Padahal “ingat” itu kan artinya remember. Di sini pun sama. Tapi dalam konteks tsb, kenapa jadi bermakna thought? Apa krn masih sama-sama ada hubungannya dengan mind? :)

“Kira” sendiri dalam bahasa Melayu berarti “hitung”. Contoh:

Dia tak kira masa. = Dia nggak ngitung waktu.
Perkara ini kena diambil kira. = Masalah ini harus diperhitungkan.

belanja - traktir

Betapa anehnya mendengar kata “belanja” dimaksudkan utk menyebut kata “traktir” (treating). Saya nggak tau, apa sih bhs Indonesia baku utk “traktir”? Atau itu memang sudah baku? Yg jelas “traktir” itu kalo di sini berubah jadi “belanja”. Contoh:

Lepas ini saya belanja makan untuk kamu. = Habis ini gue traktir loe makan.

Buat kita org Indonesia, “belanja” itu berarti shopping. Kalo dipaksain, masih bisa dianggap nyambung sih, “belanja sesuatu utk seseorang” kan sama dengan “mentraktir”.

Jadi inget waktu maen ke Danau Toba dulu, saya dengan sepupu saya pengen pergi ke toilet. Udah di sana nggak jadi masuk krn mesti bayar Rp 1000. Lumayan mahal saat itu, lagipula nggak terlalu kebelet banget (gila ya, buat ke toilet aja ngirit :P ). Tapi kemudian om saya juga pengen ke toilet, terus sepupu saya ngomong, “Vin, jadi mau ke toilet nggak sekarang? Ditraktir sama om, tuh”.

Nah, jadi “ngebayarin sesuatu utk org lain” pun bisa dianggap “mentraktir” juga. :)

tak … lagi

Apa yg kita tangkap kalo denger orang ngomong gini:

Saya tak pindah lagi.
Dia tak datang lagi.

Kita akan menerjemahkan kalimat pertama sbg, I’m no longer move.
Kalimat ke-2 bisa bermakna She doesn’t come again, yg berarti sebelum²nya dia nggak dateng, sekarang pun dia nggak dateng juga (orientasi ke masa lampau).
Atau bisa juga bermakna She won’t come anymore, yg berarti sekarang dia nggak dateng, nanti² pun dia nggak bakalan dateng (orientasi ke masa depan).

Yg jelas, struktur kalimat “tak … lagi” itu bener² melieurkan buat kita. Sebenernya dalam bhs Melayu, simpel aja, itu cuma untuk menyampaikan kata “belum”.

Saya tak pindah lagi. = Gue belum pindah.
Dia tak datang lagi. = Dia belum dateng.

lipat - ganda

Di Malaysia, kalau mau mengatakan “dua kali lipat”, “tiga kali lipat”, orang sini akan menyatakannya dengan “dua kali ganda”, “tiga kali ganda”, dst.

Nah, untuk kali ini, saya akui deh, bahasa Indonesia lebih kacau, bahasa Melayu lebih tepat. Saya nggak tau kenapa kita menggunakan kata “lipat”, padahal penggunaan kata “ganda” sepertinya lebih tepat. Tapi buat kita sendiri, kata “ganda” malah dipakai hanya utk merujuk pada sesuatu yg double.

“Lipat” dalam bahasa Indonesia berarti fold. Jika sesuatu itu kita lipat, maka jumlahnya akan menjadi lebih banyak, tapi ukurannya lebih kecil. Dilipat sekali, akan menghasilkan 2 kali lebih banyak, tapi ukurannya menjadi separuh. Dilipat 2 kali, akan menghasilkan 4 kali lebih banyak, tapi ukurannya menjadi seperempat, dst. Analisa saya, mungkin dari situlah kata “lipat” digunakan untuk merujuk sesuatu yg menjadi beberapa kali lebih banyak.

Yg saya bingung, kalau org Indonesia bilang “berlipat ganda”, di Malaysia jadi apa, ya? Masa “berganda ganda”? :D

This entry was posted on Wednesday, December 5th, 2007 at 11:36 pm and is filed under Bahasa.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Kosa Kata 4”

dashu Says:

INI IALAH BAIK

Leave a Reply