I'm Vini Indriasari, an Indonesian. From Dec '06 till Dec '08, I took master degree in GIS & Geomatic Engineering at Universiti Putra Malaysia (UPM). This blog is telling about my experiences during my days in UPM. "Tutup Buku" (Closing the Book) is the entry in this blog that marks the end of my story as a UPM student. I'd been back in my home country by the time I posted it. I keep a few entries for myself by setting them as private, but I share the rest for others. Thanks to ERJ who has suggested and facilitated me to create this blog.

Geo-Statistic Analysis

Kalau cuma baca judulnya sepintas, kayaknya kuliah ini memang menyeramkan. Kata “statistik”-nya aja udah serem, ditambah lagi kata “geo”-nya. Apa pula itu Analisis Geostatistik?
Tapi sebenarnya, kalau udah dijalani, kuliahnya sendiri tidak seseram judulnya. At least, sejauh ini saya merasa begitu. Soalnya begini, biasanya kuliah ini diajar oleh Dr. Rashid, tapi berhubung Dr. Rashid kemarin pergi haji, maka semester ini dia pun cuti ngajar. Nah, yg menggantikan dia untuk ngajar kuliah ini adalah Dr. Taher Buyong, yg jauh lebih senior dari Dr. Rashid. Top banget deh pokoknya Dr. Taher ini. Dia mengajar nggak pernah pakai slide. Selama saya kuliah jarang banget saya nemu dosen yg mampu mengajar tanpa slide. Semua dia tulis sendiri di papan tulis. Textbook yg kita gunakan untuk kuliah ini pun karangan dia sendiri. So, nggak heran lha ya kalau dia ngajar nggak perlu slide, lha wong isi buku itu dia yg bikin kok.

Terus, yg uniknya lagi, Dr. Taher ini nggak ngasih ujian mid. Bobot nilai kita yg biasanya diambil dari ujian mid semester, hanya diambil dari assignment² aja. Jadi hingga masuk bulan ke-3 kuliah semester ini, cuma course Geostatistic inilah yg belum ada ujiannya.
Tapi biarpun cuma dikasih assignment, jangan dikira gampang. Assignment² ini nantinya akan dijadikan bahan ujian, tapi oleh beliau nggak dikasih tau jawabannya. So, dia pengen kita bisa paham sendiri semua soal² yg dia ajukan dalam assignment. Diskusi sama temen, tukar pikiran, cari bahan di internet, dari buku² lain, niscaya kita akan dapat jawabannya. Jelas… statistik kan ilmu pasti, nggak ada istilah “ngarang” di sini. Kalau tau jawabannya ya bisa jawab, kalau nggak tau ya nggak bisa nulis apa-apa. :)

Anggota kelas Geostatistik bersama Dr Tahen, saat kuliah terakhir

Soal-soal assigmentnya itu biasanya kita disuruh menguraikan asal-muasal rumus, restriction, atau law, yg tertera di buku. Sebab di buku itu nggak semua dijelaskan secara detil. Tapi kalo kita paham, kita memang bisa bikin uraiannya itu. Untuk menjawab satu soal dalam assignment, biasanya saya perlu waktu beberapa hari untuk berpikir. Baca berulang-ulang teorinya, coba ngutak-ngatik rumusnya, baru akhirnya bisa ketemu jawabannya. Kalau udah ketemu jawabannya rasanya seneng banget, puass!! Tapi selama belum dapet, rasanya nggak bisa tidur, penasaran :) . Yup.. persis kayak kalo lagi ngerjain teka-teki matematik.

Yg diajarkan di kuliah ini, garis besarnya mencakup point data analysis, line data analysis, area data analysis, dan surface data analysis. Kita mempelajari pattern dan relationship dari point, line, area, dan surface tersebut. Kalau didapati tidak random, maka kita tertarik untuk mengkaji underlying process yg membuat ketidakrandoman tersebut. Dalam aplikasinya, point, line, area, dan surface ini mewakili elemen² geografis seperti kota, pos, stasiun, jaringan jalan, sungai, kecamatan, terrain, dsb. Saat ini kita sudah masuk ke pembahasan area data analysis, dan alhamdulillah sejauh ini saya masih bisa ngikutin.

Biasanya Dr. Taher ini ngajar hanya separuh jam pelajaran saja, jadi hanya 1 setengah jam. Kalau kita mulai kuliah jam 6 sore, paling telat sampe waktu azan maghrib lah kita selesai (di sini maghrib jam 7.30 pm). Kelihatannya memang kuliah ini yg paling nyantai dibandingin kuliah² yg lain, karena kuliah² yg lain semua full 3 jam. Apalagi GIS, kuliahnya Dr. Noordin, 3 jam pun kadang nggak cukup. Tapi justru karena di kelas kita cuma belajar sedikit, maka kita harus meluangkan banyak waktu untuk baca sendiri di rumah. Kalau nggak baca mah, nggak bakalan bisa ngikutin deh. Makanya biasanya sebelum kuliah, paginya saya sempetin baca dulu materi yg akan diterangkan di kelas, biar pas dengerin nggak ngerasa asing. Terus setelah dibahas di kelas, malamnya atau besoknya saya langsung baca lagi sampe paham semuanya. Harus sesegera mungkin, sebab kalo nggak keburu lupa apa yg disampaikan oleh dosen di kelas. Kalau kita langsung baca, otak kita masih fresh, akan lebih mudah bagi kita untuk paham. Kalau dah keburu diseling kuliah lain, otak kita keburu kecampur, susah lagi untuk fokus ke kuliah ini.

This entry was posted on Wednesday, February 28th, 2007 at 5:59 am and is filed under Kuliah.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.