Last Lab Report
Sabtu, 29 September lalu, adalah praktikum terakhir kita untuk kuliah Technical Issues in GIS. Materi yg diberikan adalah: Spatial Modeling with Raster Data. Waktu praktikum, saya ngerasa materi yg diberikan itu terlalu luas dan padat. Bayangin aja, raster analysis ini mencakup Surface Analysis, Surface Interpolation, Mapping Distance and Density, dan Statistical Functions. Sedangkan di praktikum sebelumnya, pake 3D Analyst, kita cuma ngebahas satu materi Surface Modeling aja. Nah, sekarang, dengan Spatial Analyst, surface modeling tsb hanya satu bagian dari keseluruhan materi. Gimana nggak banyak, tuh?
Biasanya dalam praktikum, Dr Noordin suka ngasih instruction, dan biasanya saya pun membuat report dengan mengacu pada instruction tsb. Tapi untuk praktikum yg terakhir ini beliau nggak ngasih. Saya sudah nge-SMS beliau untuk menanyakan kalau² beliau lupa ngasih instruction tsb, tapi ternyata memang nggak ada. Jadi acuan saya bikin report ya cuma berdasarkan presentasi yg diberikan oleh tutor, plus fungsi² yg tersedia di Spatial Analyst extension-nya ArcGIS.
Anehnya, meskipun awalnya lingkup materi praktikum terakhir ini terasa terlalu luas dan padat, tapi setelah jadi, reportnya hanya terdiri dari 11 halaman aja. Padahal saya kira, bakalan lebih banyak atau paling nggak sama dengan report Surface Modeling kemarin. Akhirnya saya memang berhasil meringkas lingkup materi tsb supaya to the point ke aplikasi. Uraian materi saya berikan singkat aja, sebatas yg diperlukan untuk menjelaskan aplikasi yg saya lakukan.
Meskipun dari segi jumlah halaman, report Spatial Analysis ini lebih tipis dari report Surface Modeling, tapi waktu yg saya perlukan untuk menyelesaikan report Spatial Analysis ini justru lebih lama, sebab banyak analisis² yg ketika saya melakukannya dalam praktikum, saya nggak paham.
Seperti biasa, sebelum membuat report, saya ngulang praktikum sendiri untuk ngambil screenshot. Bikin screenshot ini pun nggak sekali jadi, karena ada analisis² yg tersedia di Spatial Analyst, tapi ternyata kita belum melakukannya dalam praktikum, sehingga saya harus ngubek² data yg diberikan dulu, ada nggak yg bisa dipake buat melakukan analisis itu. Saya pengen report saya lengkap, semua analisis yg ada dicoba.
Setelah screenshot siap, barulah saya mulai bikin report. Section demi section saya tulis. Yg Suface Analysis, karena analisisnya sama persis dengan surface modeling dengan 3D Analyst di praktikum sebelumnya, saya nggak menguraikan bagian ini terlalu detil.
Distance Analysis terdiri dari straight line, allocation, cost weighted, dan shortest path. Saya nggak begitu suka dengan data yg dikasih oleh tutor. Hasilnya kok kurang bermakna yah. Akhirnya saya bikin sendiri data point² yg bisa digunakan untuk keempat analisis itu. Untuk density pun saya gunakan data sendiri juga.
Yg Surface Interpolation dan Statistics, data sudah tersedia, tapi masalahnya saya nggak paham kedua analisis ini, jadi perlu waktu lama bagi saya membaca Manual ArcGIS untuk mempelajari untuk apa dan bagaimana cara kerja analisis² ini. Saya nggak mau memuat sesuatu yg saya sendiri nggak ngerti.
Surface interpolation terdiri dari Inverse Distance Weighted (IDW), Spline, dan Kriging method. Kebetulan saya sudah pernah belajar soal ini di kuliah Geostatistik. Tapi tetep, pas praktek langsung dengan software gini saya perlu berpikir lama saat mencermati output yg dihasilkan, sebelum akhirnya bisa ngasih interpretasi.
Statistical Functions terdiri dari 3 bagian: cell statistics, neighborhood statistics, dan zonal statistics. Asli bagian ini awalnya saya nggak paham sama sekali. Setelah baca manualnya berulang-ulang, akhirnya saya bisa paham, bahkan saya puas dengan aplikasi yg saya jadikan contoh untuk masing² analisis. Yg tadinya udah desperate nggak tau mesti nulis apa di report untuk bagian itu, akhirnya malah jadi seneng, karena saya sendiri dapet ilmu baru dari usaha menulis report itu.
Simbologi dan data, sebagian besar saya modifikasi supaya visualisasi screenshot proses dan output analisis yg saya muat dalam report itu kelihatan bagus, informatif, dan fit dengan layout halaman. Karenanya, saya pun perlu mengambil ulang screenshot² ini, lalu me-retouch dulu dengan Photoshop, baru insert ke Word. Walhasil, udah ngabisin waktu mesti ngulang praktikum untuk bikin screenshot, pas nulis report pun ternyata saya perlu ngulang praktikum lagi. Tapi untuk yg terakhir itu dikerjainnya sambil udah ngerti, analisis apa yg sedang saya lakukan, dan output apa yg diharapkan dari analisis² tsb.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Both comments and pings are currently closed.