Study in English
Kuliah dalam bahasa Inggris, ada susahnya ada senangnya juga. Semua nota² kuliah diberikan dalam bahasa Inggris, dan hingga saat ini saya masih suka buka² kamus dulu untuk bisa paham kata² sulit yg ada dalam nota² tsb. Dalam belajar, biasanya saya akan berusaha menangkap inti substansi yg ada dalam nota, kemudian mengingatnya dalam bahasa Indonesia. Maka, ketika harus menjelaskan lagi dalam bahasa Inggris, saya akan menjelaskannya WITH MY OWN WORDS, sebab saya memang tidak ingat kata² di nota tsb yg dalam bahasa Inggris. Dengan sendirinya, kita nggak cuma menghapal teks, melainkan paham konsep yg disampaikan dari rangkaian teks tsb, karena yg kita memorize adalah pemahaman, inti, konsep, bukan kata per kata.
Tentunya, yg seperti ini hanya bisa dialami oleh kita, pengguna bahasa Inggris sebagai foreign languange. Untuk para English native speaker, pasti mereka akan cenderung untuk menghapal teks daripada memahami konsep, sebab mereka lebih mudah mengingat kata² dalam bahasa Inggris itu dibanding kita.
Untuk speaking, yg masih jadi problem buat saya adalah masalah tensis. Dalam conversation saya masih suka salah tensis, misalnya ada dosen nanya, “Did you take it?”, saya respon aja ngejawab, “Yes, I take it”. Beberapa menit kemudian baru nyadar kalo mestinya saya jawab, “Yes, I took it”. Padahal grammar yg laen² udah oke, seperti agreement antara subjek singular dan plural dengan verb. Tensis pun kalo dalam writing nggak masalah, cuma dalam speaking nih aja masih suka salah. Mungkin terpengaruh dengan Manglish (Malaysian English), sebab kebiasaan orang Malaysia di sini kalo ngomong Inggris suka nggak memperhatikan tensis.
Oh iya, saya baru tau kalau ternyata dalam ujian, dosen² di sini mengizinkan kita untuk membawa kamus bahasa Inggris. Jadi kalau ada kata yg tidak kita pahami dalam soal, atau mungkin kita kesulitan menyusun kata² untuk menjawab soal, kita boleh kok pake bantuan kamus. Oalah… lucu juga ya.. repot amat ujian mesti buka² kamus dulu. Menurut saya sih, kalau kita udah berani ngambil kuliah dalam bahasa Inggris, mestinya kemampuan bahasa Inggris kita juga udah cukup untuk bisa memahami dan menjawab soal² ujian dalam bahasa Inggris. Tapi di UPM sini, mungkin karena kita kuliah nyampur dengan student² Malaysia, yg mana mereka masuk ke sini nggak pake prasyarat English proficiency seperti kita foreign student, makanya ada keringanan boleh make kamus itu. Untuk final exam, memang soal² ujian disampaikan dalam 2 bahasa, dan mereka boleh milih untuk menjawab soal dalam bahasa Melayu. Tapi untuk mid test, hanya ada satu pilihan bahasa Inggris. So, bisa nggak bisa, lancar nggak lancar, student² Malaysia itu ya harus ikut menggunakan bahasa Inggris.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
One Response to “Study in English”
Leave a Reply
Home
Country
Music
Islam
Childbook
Disaster
Shop
Blog
November 23rd, 2007 at 9:26 am
Selamat belajar di negeri orang ya, semoga lancar.