Surface Modeling
Sebenarnya saya berprinsip, untuk lab report GIS, saya nggak mau bikin lebih dari 12 halaman. Tapi untuk praktium ke-4, Surface Modeling ini, dengan terpaksa saya bikin sampe 15 halaman. Itu udah dipadet²in. Emang banyak banget sih materinya, mulai dari generating TIN, calculating slope dan aspect, generating viewshed dan hillshade, generating kontur, editing flat triangles, sampai visualisasi dan presentasi 3d data dengan 3d Application. Limabelas halaman itu pun, semuanya perlu berwarna. Dan saya tidak cukup rela untuk mengurangi keindahan hasil kerja keras saya dengan membuat halaman² berwarna tsb menjadi hitam-putih.
Yup, saya memang perlu memeras otak untuk membuat lab report kali ini. Sebab, sang tutor di lab tidak memberikan praktikum sesuai dengan instruksi Dr Noordin. Dia bikin exercise sendiri, dan dari exercise² tsb, dia bilang itu semua bisa meng-cover apa yg diinstruksikan oleh Dr Noordin, tinggal pinter²nya kita aja ngatur sendiri. Itulah yg bikin tugas membuat report ini jadi dua kali lebih susah, meskipun saya cuma ngabisin waktu 3 hari untuk menyelesaikannya. Pertama, saya perlu mengulang melakukan practical lagi, tapi yg mengikuti instruksi Dr Noordin. Saya buat lagi screenshot²nya. Exercise yg dari tutor akhirnya nggak terlalu kepake.
Waktu mulai nyusun report pun, saya sempet lama banget bingung nggak tau apa yg mesti ditulis. Kalau aja saya hidup di jaman saat mahasiswa mengerjakan report dengan tulisan tangan atau mesin tik, tempat sampah di samping meja belajar saya pasti dah penuh dengan gumpalan kertas yg berisi oret²an nggak jelas. Untung aja sekarang kita kerja dengan komputer. Batal, tinggal select all, hapus. Beres deh. Berkali-kali saya mengetik sesuatu, yg udah mikirnya lama dan susah banget, ujung²nya cuma dihapus lagi. Bener² bingung gimana mesti memulai. Bingung karena materi laporannya banyak banget, sementara saya bersikeras menjaga agar report saya ini jangan sampe terlalu tebel. Jangan kebanyakan explanation, tapi juga jangan nggak ada sama sekali. Kalau nggak ada, jadinya report ini cuma kayak step by step exercise atau tutorial software.
Syukurlah, akhirnya semua bisa terselesaikan, meskipun jumlah halamannya melebihi target, at least masih nggak lebih dari 15 halaman. Saya pun puas dengan materi yg berhasil saya muat dalam report tsb. Cukup komplit dan mengcover seluruh instruksi yg diberikan oleh Dr Noordin.
Terus terang, saya bikin report ini nggak semata-mata memenuhi kewajiban bikin assignment aja, tapi emang pengen belajar. Itulah kenapa, setiap report saya kerjakan betul², supaya apa yg ditulis itu terserap dalam otak saya. Apa yg saya tulis, itu haruslah pula saya pahami. Dr Ahmad bilang, sebenarnya kalau mau langsung konsentrasi ke tesis, saya bisa mengajukan exemption untuk ngambil course. Jadi, sebagai student by research, yg mestinya kita ngambil 12 sks untuk courses, kita bisa ngajuin exemption supaya ngambil 9 atau 6 sks aja, tentunya dengan beberapa persyaratan. Tapi saya bilang ke Dr Ahmad, saya memang pengen belajar sekalian. Kuliah Technical Issues ini bagus, dan sangat membantu untuk saya menyusun tesis. Terus Dr Ahmad bilang lagi, kalo maksudnya hanya untuk belajar, saya bisa ikut kelas aja, nggak perlu register. Nah, terus saya jawab, “Wah, nggak bisa, Dr. Nggak akan efektif. Buat saya, kuliah itu harus kerjakan assignment²nya, study untuk test, study untuk exam, baru bisa masuk pelajarannya. Kalau hanya duduk di kelas aja, dengarkan lecture dari dosen, tak akan efektif.”
Jadi begitu lah, niat saya dari awal ngambil kuliah GIS ini emang untuk belajar. Jadi, segala yg diberikan baik oleh dosen di kelas maupun oleh tutor di lab, saya pengen ngerti betul². Bikin report itu kalau mau ngerjain asal sebenarnya gampang kok. Kita tinggal laporkan apa aja exercise yg kita kerjakan di lab, kemudian tampilkan hasilnya, dan kasih sedikit komentar. Tapi kalo saya, selain dari melaporkan apa yg kita kerjakan di lab, kita juga menjelaskan, pengetahuan apa yg harus kita ekstrak dari aktivitas lab tsb. Misalnya, kalau kita menjalankan fungsi generating viewshed atau hillshade, saya jelaskan dulu, apa itu viewshed, apa itu hillshade, apa kegunaan viewshed dan hillshade, dan apa aplikasi yg perlu menggunakan viewshed dan hillshade. Makanya, dalam menyusun report, saya sangat merujuk pada instruksi yg diberikan oleh Dr Noordin, sebab dalam instruksi itu lah tertulis panduan apa yg mesti kita jelaskan dalam kita melakukan sebuah aktivitas lab.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Both comments and pings are currently closed.