Ujian Remote Sensing

Sejak awal, kuliah Remote Sensing ini memang penuh dengan dinamika. Sebelumnya, saya sama sekali nggak pengen ambil kuliah ini, tapi kemudian saya berubah pikiran. Kuliah ini memang nggak begitu berkaitan dengan topik tesis saya, karena tesis saya lebih berkaitan dengan GIS. Jadi, saya nggak ambil kuliah RS pun nggak masalah. Tapi saya sering lihat di forum-forum, yg namanya RS dengan GIS itu rasanya selalu seiring sejalan. Dimana ada pembahasan soal GIS, di situ ada pembahasan soal RS. Sementara karena background saya di Plano dulu, saya cuma menguasai GIS saja, sedang RS boleh dibilang blank sama sekali. Nah, di sini, saya punya kesempatan untuk belajar soal Remote Sensing. Mungkin pengetahuan soal Remote Sensing yg saya dapet di kuliah ini kelak akan berguna untuk kemahiran saya dalam bidang GIS. Akhirnya, saya putuskan untuk mengambil kuliah ini. Semata-mata hanya karena pengen belajar.

Selama kuliah, kesulitan yg saya alami karena diajar oleh Dr. Shattri sempat membuat saya bimbang, antara keinginan untuk men-drop kuliah ini dan meneruskannya. Ditambah dengan pertimbangan bahwa kuliah ini tidak terlalu berkaitan dengan tesis saya, dan materinya ternyata juga cukup sulit, belum lagi exercise-nya yg rutin dikasih tiap minggu, saya hampir saja memutuskan untuk men-drop kuliah ini. Tapi entah kenapa, saya urungkan niat saya. Justru, seminggu sebelum ujian, terdorong oleh rasa susah menyerap kuliah ini, saya berusaha untuk mencari sumber² artikel tentang remote sensing, nge-print atau meng-copy semua modul kuliah yg diberikan, dan membacanya. Biarpun Dr. Shattri bilang materi yg akan diujikan hanya chapter 2 dan 5, yaitu tentang Gelombang Elektromagnetik dan Visual Image Interpretation, tapi ngeliat cara dia menerangkan yg tidak terstruktur itu, saya nggak yakin kalo untuk ujian ini kita cukup hanya belajar chapter 2 dan 5 saja, jadi saya baca aja semua bab yg udah pernah dibahas di kelas. Eh… ternyata setelah membaca, kok saya mendapati kuliah ini jadi menarik yaaa? Tiba-tiba aja semua yg diterangkan di kelas itu jadi terasa jelas buat saya. Padahal sebelumnya… “duh, ini dosen ngebahas apaan, sih?” :D

Dan tadi pas ujian, boleh dibilang saya merasa soal² yg diberikan itu mudah. Saya bisa menjawab semuanya. Saya paham semuanya. Tidak ada pertanyaan yg terasa asing buat saya. Kalaupun ada yg salah, itu hanya karena ada beberapa hal yg saya lupa atau salah ingat. Misalnya yg saya menjawab, panjang gelombang 0,65 micrometer itu berwarna yellow, padahal mestinya red. Tidak terlalu signifikan lah, beda dengan kesahalan waktu ujian GPS kemarin. Pokoknya saya puaaaasss banget dengan ujian tadi. Saya yakin hasilnya cukup baik.

This entry was posted on Friday, February 16th, 2007 at 5:17 am and is filed under Kuliah.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply