I'm Vini Indriasari, an Indonesian. From Dec '06 till Dec '08, I took master degree in GIS & Geomatic Engineering at Universiti Putra Malaysia (UPM). This blog is telling about my experiences during my days in UPM. "Tutup Buku" (Closing the Book) is the entry in this blog that marks the end of my story as a UPM student. I'd been back in my home country by the time I posted it. I keep a few entries for myself by setting them as private, but I share the rest for others. Thanks to ERJ who has suggested and facilitated me to create this blog.

Maling Berpendidikan

Udah lama sebenernya beberapa kawan saya mengeluhkan baju mereka sering ilang. Rahmi dan Riri, dari mulai mereka masih tinggal di blok P4, udah beberapa kali keilangan baju. Trus setelah pindah ke sini pun, Rahmi dah keilangan anduk kecil. Alhamdulillah, saya sendiri nggak pernah keilangan apa-apa, padahal saya selalu ngejemur di luar. Anak² bilang, jangan² sayanya aja yg nggak nyadar, ada baju yg ilang. Tapi dah saya periksain satu², emang nggak ada yg ilang kok. Baju saya di sini kan sedikit, mudah mengingatnya kalo ada yg berkurang satu.

Nah, ceritanya, hari Jumat kemaren, Helwa, salah satu penghuni di lantai 3 blok P6 ini juga keilangan karpet. Terus, berdasarkan cerita Rahmi, mereka berencana ngadain pemeriksaan ke semua kamar. Mereka sempet ribut² di lantai 4, nanyain siapa ketua arasnya. Eh, sebelum pemeriksaan kamar itu dilakukan, karpetnya Helwa ketemu, ada di bawah, di halaman sekitar bangunan blok asrama. Kemungkinan dilempar orang dari salah satu kamar yg berada di atas tempat jatuhnya karpet tsb. Tentu saja, karena setiap blok cuma terdiri dari 5 lantai, hanya ada 5 kamar yg bisa dicurigai sumber darimana karpet tsb dibuang. Kamar di lt 1 dan 2, kosong seharian, penghuninya pergi. Kamar lt 3, orangnya kita kenal, dan yg ikutan nyari bareng². Nah, tinggal lt 4 dan 5. Tapi Rahmi dll bilang, mereka cuma ribut² soal rencana pemeriksaan kamar² ke lt 4, jadi orang² di lt 5 nggak ada yg tau. So, penghuni kamar di lt 4 darimana karpet tsb kemungkinan dilempar, termasuk yg tau soal rencana tsb. Rahmi sempat bercakap² dengannya. So, biarpun nggak ada bukti, tapi kita mencurigai memang dialah malingnya. Dan sepertinya mereka berkelompok. Ada satu kamar lagi yg juga mencurigakan, dan diduga keras termasuk salah satu pelaku kehilangan yg sering terjadi di blok ini.

O iyah, di tempat dimana karpet Helwa ditemukan, sebelumnya anak² udah nyari kesana, dan memang nggak ada. Jadi tidak mungkin itu jatuh sendiri. Lagipula Helwa nggak ngejemur di dekat situ. Jelas memang, itu dilempar orang. Dan tersangka merupakan student Malaysia, orang Melayu. Nggak nyangka ya, ada student universiti yg jadi maling. Saya nggak habis pikir deh, ngapain sih dia maling begitu. Saya yakin, kalau cuma baju, karpet, beli sendiri pun dia bisa. Student² ini, melakukan perbuatan mencuri udah bukan karena kepepet atau khilaf lagi, tapi sepertinya sudah jadi kebiasaan. Memalukan sekali!

This entry was posted on Saturday, October 27th, 2007 at 10:50 am and is filed under Serpihan.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.