Watch Out Your Words

Hari Jumat kemaren (4 Jul ‘08), di Bendahari, saya ketemu Rahmi yg baru aja balik dari ngurus student pass di IO. Dia marah², katanya orang IO tuh nggak simpel banget. Sebelumnya dia udah dateng ke IO, dikasih beberapa formulir dan list dokumen yg diperlukan utk persyaratan perpanjangan student pass. Lalu hari itu, dia dateng lagi utk ngembaliin formulir dan dokumen² tsb. Baru orang IO ngasih lembaran kuitansi pembayaran kosong. Dia mesti bayar biaya perpanjangan student pass ini ke Bendahari, nanti kuitansi tsb mesti dibawa lagi ke IO. Coba hitung, jadi berapa kali dia mesti ke IO? Kenapa sih, nggak dari awal² aja mereka ngasihin lembaran kuitansi kosong ke kita, biar sebelum balik lagi ke IO utk ngembaliin semua formulir dan dokumen, kita bisa bayar dulu ke Bendahari, dan sekalian ngasihin kuitansi yg sudah lunas ke IO. Jadi nggak bolak-balik gitu loh. Mending kalo lokasi IO dan Bendahari itu deket. Kenapa sih mereka nggak nyediain satu counter Bendahari di IO, biar kita nggak susah bayar biaya perpanjangan student pass ini? Atau kalo nggak memungkinkan, kenapa sih Bendahari nggak nyediain lembaran kuitansi khusus utk pembayaran student pass? Kenapa sih mereka nggak mau mikirin cara utk mempermudah orang?

Pas Rahmi cerita gitu, saya berkomentar, “Jadi kita harus ke IO dulu, ngambil formulir, terus ke IO lagi utk ngembaliin formulir dan kelengkapan dokumen, baru mereka kasih lembaran kuitansi, terus kita ke Bendahari utk bayar, dan balik lagi ke IO utk ngembaliin kuitansi yg sudah lunas?! Oh my God… kenapa nggak sekalian aja mesti ada urusan ke GSO dulu? Biar komplit kan, didatengin semuanya, IO, Bendahari, GSO.”

Ternyata, ucapan saya hari Jumat itu, kejadian beneran dengan saya. Hari Seninnya (7 Jul ‘08), saya juga mengajukan aplikasi perpanjangan student pass ke IO. Ternyata sekarang pihak imigrasi minta persyaratan baru. Kalo dulu kita cuma diminta menyertakan semester result, maka sekarang kita juga harus menyertakan registration slip utk semester yg sedang berjalan. Nah, masalahnya, pada kasus saya, krn semester kemaren saya sudah submit thesis, maka semester ini saya sudah tidak register kuliah apa² lagi. Alias, saya nggak punya registration slip. Saya pun sudah tidak dikenakan tuition fee lagi, cuma ada fee after thesis submission yg kecil sekali. Tapi saya masih harus menunggu viva, dan nanti pun harus mengerjakan perbaikan thesis juga setelah viva, lalu menunggu sidang senat. Jelas saya masih memerlukan student pass krn masih harus stay di sini beberapa bulan lagi, kalo nggak saya bisa overstay. Orang IO sendiri nggak ngerti juga apa yg harus dilakukan dengan kasus saya. Akhirnya, setelah mereka nelepon ke GSO, saya disuruh utk minta surat ke GSO yg menjelaskan status studi saya saat ini, sebagai pengganti registration slip.

Kita memang harus hati² thd ucapan kita ya. Beneran ternyata… saya perlu ada urusan ke GSO dulu utk mengurus extension student pass ini, persis spt yg saya bilang ke Rahmi. Padahal waktu itu maksudnya nyindir lho, eh sama Tuhan diambil hati, hihihi…

This entry was posted on Tuesday, July 8th, 2008 at 5:40 pm and is filed under Serpihan.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply