Chapter 2
Minggu, 6 Januari ‘08. Sampai chapter 2 selesai!
Setelah kerja intensif selama 2 minggu, berhasil juga saya menyelesaikan chapter 2. Sebelumnya, saya ngerjain thesis nih lompat², dari chapter 1 sampai 5 semua dah ada yg dibikin sebagian. Tapi ya gitu, jadinya berantakan, nggak jelas flownya, dan nggak beres²
. Akhirnya, saya ubah cara kerja saya dengan bekerja secara berurutan. Saya selesaikan dulu chapter 1 sampe beres, baru ngegarap chapter 2. Yg chapter 1 sih cepet, tapi yg chapter 2 ini lho… ampun deh. Terlalu banyak hal² yg harus saya pelajari dulu sebelum bisa membuat review. Kalo dipikir-pikir lucu juga ya, siapalah kita disuruh ngereview² paper segala. Yg direview paper orang yg udah lebih senior pula, bahkan profesor. Nah, yg lebih gila lagi yg nyuruh ngereview, hehe… Kadang² saya perlu waktu seharian hanya untuk memahami 1 paper. Padahal yg di-quote dari paper tsb paling cuma 1 paragraph aja, atau bahkan 1 kalimat! Tapi utk bisa menyusun 1 kalimat itu, perlu memahami satu paper.
Tapi saya puas, algoritma² optimization, dari yg tadinya blank sama sekali, spt Tabu Search, Genetic Algorithm, Simulated Annealing dan Ant Systems, sekarang boleh dibilang saya paham. Malah saya bisa membuat flowchart algoritma tsb dengan versi saya sendiri, yg menurut saya lebih rapi dan lebih mudah dipahami daripada yg dibikin pria² penulis paper tentang algoritma² tsb, hehehe…
Selain itu, kalau sebelumnya saya nggak pernah ngambil literature dari textbook, belakangan saya jadi tertarik utk nyari referensi dari textbook. Baru deh saya rajin ngunjungin perpus dan menelusuri buku² GIS yg tersedia di sana, nyari yg di dalemnya ada tentang location modeling in GIS. Dan ternyata saya nemu banyak buku menarik. Pengetahuan saya tentang location-allocation model pun bertambah. Selama beberapa hari saya habiskan waktu hanya untuk searching buku di perpus. Akhirnya terpilihlah 6 buah buku yg cocok dengan thesis saya.
Di internet, saya juga nemu buku bagus yg alhamdulillah banget tersedia dalam bentuk online. Wah, betapa sukacitanya saya. Langsung deh saya buat e-booknya ke format CHM. Emang sih, waktu saya jadi banyak tersita buat searching buku library dan nyiapin e-book ini, tapi saya pikir, yg seperti ini mungkin nggak hanya memberi manfaat pada saya pas bikin thesis ini aja. Siapa tau suatu saat saya pun perlu nyari bahan yg kebetulan bisa diperoleh dari buku² yg pernah saya baca atau sudah saya siapkan e-booknya ini. So, saya nggak perlu nyari² lagi untuk kedua kali. Juga, literature review saya jadi tambah berbobot. Saya iseng baca literature review saya yg pertama kali saya kirim ke Dr Ahmad bulan Mei lalu. Ya ampun, dibandingin literature review yg sekarang, jauuuuuuh banget. Yg pertama dulu itu ancur deh. Keliatan banget dibikin oleh seseorang yg baru dikit membaca, minim pengetahuan, hihihi…
Oya, penulisan draft ini jadi lama, juga krn terganggu oleh ketertarikan saya menulis bagian² lain dalam thesis yg mestinya ditulis belakangan aja, spt Acknowledgment dan Biodata Student. Nggak tau kenapa saya kok jadi pengen nulis acknowledgment itu duluan, padahal kan jasa² orang² di sekitar saya belum ketahuan
.
Baru 2 minggu terakhir saya konsentrasi menyelesaikan chapter 2. Supaya konsentrasi menulis ini nggak teralihkan, kalau ada figure atau table yg mesti dimasukkan, saya skip dulu dengan menyediakan space kosong utk figure² tsb. Saya masukkan figure² tsb belakangan. Dengan cara ini juga, sekalian saya bisa mengatur layout antara text dan figure supaya semuanya fit dalam halaman. Kebiasaan bikin laporan praktikum GIS diterapkan nih.
Dua hari terakhir, sabtu dan minggu kemaren, setelah semua text finish dan fix, saya sediakan khusus utk menyiapkan figure. Figure² tsb semua saya layout dalam Visio. Beberapa saya gambar ulang supaya nggak pecah resolusinya. Skrinsut² saya retouch di Photoshop, tapi tetep dilayout dulu di Visio sebelum dimasukkan ke Word.
Selama menulis draft, saya berusaha mengikuti buku panduan menulis thesis dari GSO. Dalam panduan tsb, semua equation harus diberi nomor. Saya yg sebelumnya hanya memberi nomor pada equation² utama, terpaksa memberi nomor pada semua equation² constraint. Untuk penomoran figure dan table, sebelumnya saya nulis figure [no_chapter].X, karena masih belum tau figure tsb nomer berapa. Walhasil susah kalo pas bikin cross-reference di text yg merujuk ke figure tsb. Akhirnya, saya menggunakan fitur penomoran figure, table dan equation otomatis yg disediakan MS Word. Perlu waktu agak lama untuk mengutak-atik fitur ini sebelum saya bisa menggunakannya dengan lancar. Tapi syukurlah, nggak terlalu ribet ternyata. Dan yg menguntungkan, penomoran otomatis ini menjamin referensi kita selalu benar. Kalo belakangan ada beberapa figure yg saya hapus atau diselipkan, shg nomer figure² lain otomatis berubah, saya nggak perlu mengubah secara manual, cukup dengan “select all” dan “update field”. Otomatis, nomer figure² tsb diurut ulang, demikian pula cross-reference yg ada dalam text, ikut disesuaikan. Nggak perlu kita repot² mengedit.
Tadinya utk referensi, saya juga sempet ngutak-ngatik beberapa software bibliography utk bisa memasukkan referensi secara otomatis. Tapi utk itu data referensinya sendiri harus disiapkan dulu. Mengingat referensi saya sudah banyak sekali, rasanya akan memakan waktu lama bila harus melakukan entry data dulu. Akhirnya, saya menggunakan cara manual aja. Kalau nanti ada waktu, mungkin saya akan memindahkan bibliography saya ini ke database software² khusus bibliography tsb, dan melakukan quote secara otomatis.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply
Home
Country
Music
Islam
Childbook
Disaster
Shop
Blog