Start Writing
Susah banget ngumpulin mood untuk nulis thesis. Udah dapet mood-nya, ngerjainnya yg susah, saya blank di depan kompter. Bingung, mesti mulai darimana, chapter berapa, dan gimana mesti nyusun kalimatnya. Saya coba baca buku Thesis Preparation Guide dari GSO, sebab kayaknya emang saya harus baca dulu semuanya sebelum mulai menulis, biar nggak salah cara nulisnya. Eh, akhirnya saya malah lebih tertarik untuk bikin preliminary duluan, seperti title page, lembar pengesahan, abstrak, dll.
Saya rasakan, bagian tersulit menulis thesis itu adalah chapter 2, yaitu literature review. Sebab untuk chapter tsb, kita nggak bisa asal nulis, mesti refer ke tulisan orang lain, mesti baca tulisan orang lain, mesti ngerti apa yg dibikin orang lain, dan mesti menganalisisnya pula. Untuk bisa memahami aja, itu sudah merupakan suatu perjuangan tersendiri. Apalagi untuk menganalisis. Mending kalo literature yg mesti dibaca itu sedikit, ini puluhan lho… Saya sendiri pusing memilih mana artikel yg mesti saya baca. Mustahil untuk membaca semuanya.
Akhirnya hari ini, baru saya nemu cara yg moga² efisien untuk menulis thesis, terutama chapter 2. Untuk setiap sub bab di chapter 2, saya ketik daftar artikel² yg berkaitan. Dari setiap artikel tsb, saya kopipes abstraknya. Dengan cara ini, lebih mudah bagi saya untuk membuat summary dari artikel² tsb dan menulis reviewnya. Lebih mudah mengedit tulisan yg sudah ada, dibanding harus menyusun kata² dari awal. Dengan cara demikian, at least saya nggak blank lagi mikir mesti nulis apa dan mulai darimana. Saya bisa menulis chapter 2 itu sub bab demi sub bab, sampai semua abstrak artikel yg sudah saya masukkan di situ saya baca dan saya buat reviewnya. Sesekali ada juga beberapa artikel yg langsung saya baca isinya, kalo dari abstrak yg ada belum jelas mencerminkan isi artikel tsb. Sambil mengerjakan chapter 2 itu, ide untuk chapter² lain pun bermunculan dengan sendirinya, seperti bagian background, objectives, research scope, issues, methods, dsb.
Habsyi, rekan sesama student master dan sesama student under supervision Dr Ahmad, sudah mensubmit draft thesisnya ke Dr Ahmad 2 kali. Dari draftnya Habsyi yg sudah diperiksa oleh Dr Ahmad ini, saya bisa mempelajari kesalahan² yg perlu dihindari untuk thesis saya sendiri. Seperti misalnya, waktu nerangin isi chapter, tensis yg digunakan harus present bukan future, sementara waktu menerangin research kita, tensisnya harus past, karena kita sudah melakukannya. Flow tulisan juga harus diperhatikan. Apa yg mesti diterangkan di chapter 2, itu haruslah match dengan problem statement di chapter 1, dan menjadi pijakan untuk menyusun method di chapter 3. Demikian pula waktu mendiskusikan result di chapter 4 harus match dengan issues di chapter 2, dan kesimpulan di chapter 5 harus sejalan dengan objectives di chapter 1.
Setelah masuk dalam tahap menulis tesis ini, saya dapati bahwa ternyata menulis thesis itu tidak semudah yg saya bayangkan. Saya nggak nyangka nulis thesis ini sedemikian sulit. Padahal waktu itu saya pikir, kalo udah selesai penelitian, tinggal nulis doang, itu nggak akan makan waktu banyak. Tapi ternyata saya salah besar. Kemajuan yg saya peroleh dalam rentang waktu lama sangat sedikit sekali. Yg tadinya saya perhitungkan seminggu bisa selesai, ternyata 3 minggu baru selesai. Entahlah, apa saya bisa mengejar deadline akhir semester ini. Saya berharap, sekarang saya lambat ngerjain thesis itu krn masih ada urusan lain yg mengganggu konsentrasi saya. Saya masih harus menghadapi ujian akhir GIS tgl 18 November nanti. Mudah² setelah ujian berlalu, saya bisa mencurahkan konsentrasi saya sepenuhnya untuk thesis, dan bisa menulis lebih cepat.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply
Home
Country
Music
Islam
Childbook
Disaster
Shop
Blog