International Culture Night
Senin, 27 Agustus 2007. Tiap tahun, IO UPM ngadain acara International Student Cultural Show, pagelaran budaya pelajar-pelajar antar bangsa. Indonesia nyumbang acara fashion show pakaian daerah dan lagu kebangsaan. Ada 19 orang yg berpartisipasi naek panggung. Saya nggak termasuk, sebab untuk persiapan tampil ini kita perlu latihan dari beberapa minggu sebelumnya. Nah, karena kemaren² saya sibuk berat, ya ngejar deadline tesis lah, menyelesaikan assignment lah, saya nggak sempet ikut latihannya. Tapi pas hari H-nya, saya sempetin dateng. Nggak enak kalo nggak dateng sama sekali, kan pengen memberi dukungan buat tim dari Indonesia.
Untuk make-up, pihak IO menyediakan tenaga² perias, gratis. Kostum pakaian daerah untuk fashion show dapet dari KBRI, sebagian ada yg minjem, sebagian ada yg nyewa dari Darma Wanitanya. Judulnya sih pakaian daerah, tapi lucunya dari baju² daerah itu nggak satu pun yg bener² matching dengan pakaian daerah aslinya. Yg ceritanya baju dari Betawi, malah lebih mirip baju untuk nari Jawa (ada kembennya). Yg katanya baju dari Minang, malah lebih mirip baju dari Palembang. Yg dari Sulawesi, nggak ada unsur baju “bodo”-nya
. Tapi cuek aja lah, toh penontonnya juga nggak tau kok. Yg tau itu salah kan cuma kita² sendiri
. Orang ngaco gitu aja, para “selebriti”² fashion show ini udah laris manis dimintai foto bersama oleh para pengunjung. Rupanya kalo dari negara² lain, mereka kostumnya biasa aja, yg ditampilkan adalah pertunjukannya. Sementara kita, dari Indonesia, dari segi kostum aja udah laen. Kata orang² asing itu, “kalian bajunya bagus-bagus”. Ya, sebab baju² yg dipake oleh selebriti² Indonesia ini, layaknya kostum untuk panggung, bahannya berkilau. Trus karena modelnya aneh², seperti si Rahmi yg pake topi rumah gadang, Riri yg pake kostum merak dan topi kepala burungnya, Farhan yg pake topi sultan kayak Datuk Maringgih, mereka jadi seperti objek² foto yg unik. Bener² serasa jadi artis semalam deh mereka² itu, sebelum naek panggung udah sibuk ditarik sana-sini sama orang² asing yg ngajakin foto bersama, bahkan sampe jam 11 malem pun, saat acara udah usai, masih harus melayani sesi pemotretan.
Ada lagi yg lucu, mereka tampil di panggung menyanyikan lagu² kebangsaan. Nah, di bagian latar belakang, Ayu dan Teguh bertugas mengibarkan bendera. Tau nggak, benderanya itu diiket ke gagang sapu yg dibalik, hihihi… kata Teguh, “Wah, kalau para pahlawan tau bisa marah nih, bendera diiket ke gagang sapu gini.”
Meskipun sebelum pertunjukan sempat hujan deras, tapi alhamdulillah acara berjalan lancar. Untungnya Indonesia tampil pertama, jadi penontonnya masih ramai dan semangat. Negara² lain yg juga ngisi acara ada dari Thailand, Myanmar, Bangladesh, beberapa negara di Afrika yaitu Namibia, Botswana, Gambia, Nigeria, dan Ethiopia, negara² di jazirah Arab yaitu Yaman dan Iran, dan tentunya Malaysia sendiri. Yg dari Myanmar kostumnya juga bagus, tapi cuma 5 orang, sedangkan kita ada 12 orang yg meragain fashion show-nya, terdiri dari 6 pasang cewek-cowok, plus yg nyanyi, maen gitar, dan ngibarin bendera, total ada 19 orang yg naek panggung. Yg dari Thailand, cuma mempertunjukkan seni bela diri yg dipadu dengan tari, kostumnya biasa banget, kayak kostum buat senam aerobik aja. Yg dari Bangladesh, yg tampil anak kecil, mempersembahkan tarian, sama kayak yg di film² India. Saya rasa itu bukan student yg tampil, tapi anaknya salah satu student, keliatan masih ABG gitu. Yg dari Afrika, kostumnya… hmm… mau bilang “norak” kayaknya kurang bijak
. Bayangin aja lah film² tentang profil penduduk asli Afrika, kostum mereka kayak gimana. Nah, itu dipake buat naek panggung, cuma dipadu dengan pakaian modern. Yg dari Yaman, nyumbang tari²an, cowok², pake kostum gamis. Yg dari Iran, ngasih pertunjukan nyanyi. Yg cewek² kostumnya biasa, cuma kepalanya ditutup setengah. Model penutup kepala seperti ini mungkin hanya ada di negara² Timur Tengah. Yg dari Malaysia, yg tampil adalah tim kesenian UPM, mereka membawakan tarian yg mirip dengan tari Saman kita, tapi sudah dimodifikasi. Dan kayaknya sih itu sebenarnya untuk pertunjukan menyambut hari kemerdekaan mereka tanggal 31 Agustus nanti, tercermin dari syair² lagunya.
Pas acara selesai udah malem banget, kita para penghuni kolej ini, dari International Student House sempat kesulitan kendaraan untuk pulang, sebab bis kampus jam segitu udah nggak ada, staff² IO yg semestinya ngurusin antar-jemput kita, saat itu entah kemana nggak keliatan batang hidungnya. Kemungkinan mereka juga lagi sibuk ngurusin student² dari negara lain. Maklum, international student kan bukan cuma dari Indonesia. Tinggal ada Encik Safei aja staff IO yg tertinggal di IO House, karena dia memang juru kunci rumah itu. Sebenarnya para laki-laki pada punya motor sih, cuma masalahnya di sini kan kita nggak boleh naek motor nggak pake helm, jadi susah mau bonceng²an. Tapi karena hari sudah semakin malam, udah jam 1 dini hari, kita anggap ini adalah kondisi khusus. Kita para cewek² penghuni kolej ini harus segera pulang, dan kendaraan yg ada memang cuma motor. So, kita pun bertekad akan pulang konvoi, diantar oleh Encik Safei, dan nanti di bagian security guard gerbang kampus dan gerbang kolej, biar dia yg ngomong ke penjaganya bahwa rombongan kita abis ngisi acara International Culture Night, dan harus pergi mengantar cewek² ini ke kolej. Akhirnya, konvoilah kita malam itu, dari IO House ke kolej, ada kali 8 motor. Kebetulan kita semua tinggal di kolej yg sama. Dengan Encik Safei berada di depan, mengawal rombongan kita, lancar deh segala urusan. Mulai dari security guard di gerbang kampus, di gerbang mau masuk kompleks kolej, sampe di gerbang kolejnya sendiri, bisa kita tembus tanpa rintangan. Kata Teguh, Encik Safei nih emang preman UPM sih, hihihi…
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Both comments and pings are currently closed.
3 Responses to “International Culture Night”






October 12th, 2007 at 10:17 am
uhm… ad yg ngomongin ‘Palembang’ nih
December 14th, 2008 at 9:08 pm
bisa informasikan universita tempat anak anak pp nurul jadid menetap?, soalnya adik saya ada di sana, baru saja masuk tapi kita tak tahu alamat websitenya
December 14th, 2008 at 9:11 pm
and we can stay connected by sharing information on international study, here is my own blog newcityraudlatul ulum