Ngajar Perl (Part 1)

Gak sengaja, waktu ngeliat alamat email saya, webmaster@elvini.net, Dr. Ahmad Rodzi akhirnya tau kalo saya itu punya web sendiri, yg dibikin sendiri dengan Perl. Ternyata… beliau ini ke student undergraduate ngajar kuliah “Teknologi Maklumat dan Penerapannya” (IT and its Application). Dan di Master RS & GIS sendiri, beliau ngajar “Programming for Spatial Data Analysis”. Oalah… pantes beliau antusias banget begitu tau saya bisa bikin web sendiri. Dan kemaren, Rabu, 12 Maret ‘07, dia minta saya untuk ngasih lecture ke studentnya, “Introduction to Perl”. Dia baru ngomong sehari sebelumnya, itu pun udah agak sore pula, dan saya nggak enak kalo ngomong nggak bisa. Akhirnya, ngebut lah saya mempersiapkan semuanya. Duh, seumur-umur belum pernah ngajar, sekalinya ngajar langsung pake bahasa Inggris pula. Saya pun nggak tau materi apa saja yg perlu disampaikan untuk tahap introduction, mesti langsung masuk ke data types, functions, operator, regex, dll, apa nggak. Syukurlah ada internet, saya tinggal google file presentasi orang lain tentang Introduction to Perl. Liat apa yg dipresentasikan orang untuk memperkenalkan Perl kepada audience yg anggaplah nggak punya knowledge sama sekali tentang Perl. Sebagian bahan presentasi saya ambil juga dari Perl Intro.

Tujuan Dr. Ahmad Rodzi nyuruh saya ngajar ini sebenarnya untuk memberi kesempatan pada saya berlatih presentasi di depan umum, supaya saya lebih PD, buat persiapan menghadapi viva nanti. Saya pun paham maksud beliau. Saya juga punya keinginan latihan presentasi di depan umum. Kemaren saya sudah berhasil presentasi di depan supervisory committee, tapi masih diem aja nggak ada acara jalan² dikit dan nulis² sesuatu di papan tulis. Sekarang target saya pas ngajar ini, saya pengen nulis² sesuatu di papan tulis. Alhamdulillah, saya sudah berhasil melakukan itu. Grogi masih ada lah dikit, sebab ternyata student undergraduate yg saya ajar ini banyak, nggak kayak student master yg satu kelas paling cuma antara 15-25 orang. Ruang kuliah untuk student undergraduate ini pun beda dengan kita, modelnya kayak di Oktagon, bertangga², makin ke belakang makin tinggi. Saya nggak nyangka audiencenya sebesar itu, jadi agak sedikit nervous lah, tapi ngomong sih tetep lancar. Cuman, saya masih nggak peduli apakah audience saya merhatiin saya apa nggak, ngerti apa nggak dengan materi yg saya sampaikan. Fokus saya cuma ke target nulis² sesuatu di papan tulis itu. Asal saya bisa menjaga jangan sampai lupa apa yg mau saya tulis di papan tulis, itu udah bagus deh. Urusan memfokuskan perhatian audience, apalagi berusaha membuat mereka ngerti, itu target ke sekian lah. Lagipula saya harus mengajarkan pemrograman Perl kepada student yg belakangan saya tau ternyata nggak punya basic tentang pemrograman, dan mereka pun nggak semuanya minat dengan pemrograman. Sementara saya bukanlah seorang guru, dan selama ini nggak pernah ngajar. Terlalu muluk kan kalo mengharapkan di kesempatan pertama ini saya sudah langsung bisa mengajar dengan baik, hehe.. bertahap lah. Dr. Ahmad Rodzi menjadwalkan saya ngajar Perl ini 2 kali. Untuk selanjutnya target saya adalah, memfokuskan perhatian audience, dan kalo bisa berusaha membuat mereka mengerti apa yg saya sampaikan.

This entry was posted on Thursday, March 15th, 2007 at 8:32 am and is filed under UPM.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Ngajar Perl (Part 1)”

zakarias Says:

perl -e’says “i love Perl”‘

Leave a Reply