Paper Suitability Submitted

Selasa, 16 Sep ‘08. Paper yg satu ini sudah tertunda lama sekali submissionnya. Sebenernya ini adalah paper pertama saya yg saya kasih ke Dr Ahmad utk beliau review, setelah beliau mengembalikan first draft thesis saya. Jadi, sudah dari bulan Februari lalu. Waktu itu saya gak mau langsung submit krn Dr Ahmad minta saya mensubmit paper tsb ke jurnal internasional, sedangkan saya pengen ke jurnal lokal aja. Nah, krn utk dikirim ke jurnal internasional, saya pengen meng-improve lagi paper tsb supaya lebih memenuhi standar jurnal internasional. Dr Noordin dan Dr Rashid juga sudah mereview paper saya ini. Review dari Dr Rashid yg paling banyak memerlukan perbaikan, dan beliau mengembalikan review tsb paling belakangan. Masalahnya, krn akhir Juni itu saya keburu mendapatkan respon dari paper MSAP, akhirnya selama 5 minggu saya sibuk ngerjain perbaikan utk paper MSAP itu. Kebetulan komentar dari reviewer paper MSAP itu pun banyak yg berkaitan dengan paper Suitability ini. Jadi saya pun harus melakukan koreksi thd paper tsb. Setelah resubmit paper MSAP, saya masih belum bisa langsung memperbaiki paper Suitability krn sibuk latihan nari utk acara International Student Carnival di Sunway College, ditambah kesibukan persiapan mengajar AutoCAD. Sampai akhirnya keburu viva. Baru setelah viva, saya bisa ngerjain lagi paper ini dengan konsen, sampe tuntas hari ini.

Paper ini saya rombak total. Pokoknya isinya sudah banyak berubah dari versi yg dibaca oleh Dr Ahmad, Dr Noordin dan Dr Rashid. Di antara mereka bertiga, komentar dari Dr Rashid lah yg paling banyak berkontribusi mengimprove tulisan saya. Dalam versi yg dibaca Dr Rashid, saya sudah menentukan shape dan size geometric figure yg ideal utk tessellation. Jadi saya tidak lagi melakukan perbandingan antara shape dan size geometric figure yg berbeda. Juga, di paper ini saya sudah merumuskan 4 hal yg harus diperhatikan dalam menerapkan tessellation utk pemilihan candidate site, yaitu: 1) satu geometri figure tidak boleh mengandung terlalu banyak best points; 2) best point dalam dua geometri yg bersebelahan tidak boleh terlalu dekat; 3) best point tidak boleh berada terlalu ke pinggir study area; 4) best point tidak boleh bertepatan dengan existing facility. Dr Rashid lalu berkomentar, gimana saya mengimplementasikan keempat hal ini dalam penelitian saya?

Supaya penelitian dalam paper ini lebih kompleks shg memenuhi standar jurnal internasional, saya pun melakukan perbandingan antara size geometric figure yg berbeda (hexagon dan square) dan size yg berbeda (radius 1000 m dan 1500 m). Dengan demikian ada 4 simulasi yg dilakukan. Algoritma utk proses optimisasi hanya 1, krn yg menjadi fokus penelitian ini memang bukan membandingkan result antar algoritma, melainkan mengkaji bagaimana konfigurasi shape dan size geometric figure yg berbeda bisa mempengaruhi sebaran candidate site, yg pada gilirannya akan mempengaruhi output lokasi optimal dalam proses optimisasi. Sama spt di thesis, saya pun melakukan preliminary test utk menguji apakah ada isu² yg membuat metode yg diusulkan tidak berjalan sebagaimana yg diharapkan. Tentu saja aja. Lalu diperkenalkanlah langkah² utk menyelesaikan dan menghindari isu² tsb supaya kita bisa mendapatkan candidate site yg menyebar di seluruh study area. Di kesimpulan, baru saya keluarkan 4 hal yg perlu diperhatikan tadi. Jadi, memenuhi pertanyaan Dr Rashid, saya melakukan simulasi² dulu utk menerapkan metode pemilihan lokasi yg saya usulkan. Empat hal yg dikemukakan tadi merupakan perumusan berdasarkan results dan findings yg diperoleh, bukannya didesain sejak awal.

Terus terang saya merasa penulisan paper Suitability ini agak sedikit berantakan. Tapi saya juga udah capek mau ngedit² lagi. Mau minta tolong Dr Ahmad atau Dr Noordin meriksa lagi, duh, nanti lama lagi saya harus nungguin mereka selesai baca. Tambah telah aja deh submissionnya. Ya sudahlah, akhirnya paper itu saya kirimkan apa adanya. Biarlah, toh nanti para reviewer juga akan memberi komentar. Saya bisa melakukan perbaikan setelah ada komentar dari reviewer, sekalian mengakomodir komentar mereka. Lebih efisien kan?

This entry was posted on Saturday, September 13th, 2008 at 9:45 pm and is filed under UPM.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply