Revise Paper MSAP
Kamis, 4 Sep ‘08. Tgl 23 Ags lalu, saya sudah menerima decision letter dari IJGIS atas resubmission paper MSAP saya. Kali ini editor tidak menyuruh saya utk resubmit, hanya ada perintah revise menurut komentar para reviewer. Gak banyak revisi yg perlu dilakukan. Sepertinya Reviewer 1 orangnya tetep, sementara Reviewer 2 ganti, sebab commentnya baru. Reviewer 1 menyarankan saya utk kembali memasukkan algoritma lama, dan dicompare bareng² dgn algoritma baru, krn performance kedua algoritma lama tsb sangat kompetitif. Revisi lainnya cuma minor aja, seperti gambar² contoh service area susunannya mesti disesuaikan dengan uraian dalam text, nama dan tahun referensi ada yg salah, satu referensi gak ada di list, term optimum dan maximum mestinya optimal dan maximal, kemudian beberapa typo dan grammar correction. Reviewer 2 minta saya lebih memperjelas MCDM process utk memperoleh 63 candidate sites. Utk Genetic Algorithm, dia minta supaya saya menuliskan formula utk encoding dan fitness function secara explicit. Dia juga minta saya mengemukakan di bagian Conclusion mengenai kemungkinan digunakannya metode saya utk multi-objective problem. Komentar minor beliau, skala peta gak ada, judul gambar disuruh diperbaiki lebih bagus lagi.
Setelah viva, saya sempet vacuum gak ngerjain urusan kuliah selama seminggu. Tarik napas dulu dong, menenangkan diri. Shock berat nih abis melewati viva yg menegangkan
. Seperti biasa, hiburan saya di saat santai adalah menonton serial drama Korea. Setelah puas istirahat, baru saya mulai membuka kembali paper saya, dan melakukan revisi. Kalo dikerjain mah, revisi ini, 2 hari beres!
Saya menggunakan fitur Track Changes di Ms Word. Krn editor sangat mewanti-wanti saya utk tidak membuat paper saya lebih panjang dari yg skarang, maka beberapa komentar dari para reviewer dengan terpaksa tidak saya penuhi. Lagipula beberapa di antaranya memang saya gak setuju. Sebenernya saya agak khawatir juga gak mengikuti saran dari reviewer. Tapi di pihak lain, saya gak bisa memenuhi saran mereka tanpa membuat paper saya menjadi lebih panjang. Saya sempet konsultasi ke Dr Noordin soal ini. Dia bilang sih, gak apa² kita gak ngikutin saran reviewer, asal kita bisa ngasih argumen yg kuat ke editor. Saya sibuk berpikir, gimana yah bikin argumen yg diplomatis dan bijaksana, serta tidak terkesan sok lebih bener dari reviewer. Akhirnya saya tulis spt ini, Basically we have no objection to the comments from reviewers. But since we must tighten our manuscript, we consider strictly the urgency of adding more material in response to the reviewers’ comments. As a result, some changes are made and other changes are not made.
Untuk setiap saran yg gak saya penuhi, saya pun kasih argumen yg lebih spesifik dan detil kenapa saya merasa saran tsb tidak perlu saya ikuti. Semoga aja, sang editor bisa menerima argumen saya. Sebelum klik tombol submit, saya baca Bismillah dulu. Ya Tuhan, mudah²an skarang paper saya bisa Accepted for publication.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply
Home
Country
Music
Islam
Childbook
Disaster
Shop
Blog