Viva Kolektif

Senin, 10 Desember ‘07. Enaknya jadi student by course, nggak bikin thesis, cuma bikin project, viva-nya pun simpel banget.

Hari ini, 8 orang kawan² saya dari jurusan RS & GIS, melakukan viva secara kolektif. Yup, memang begitulah style untuk student by course, mereka ngambil mata kuliah project tsb selama 2 semester. Presentasi proposal bareng, viva pun barengan juga. Semua dosen hadir bersama, yg merupakan para supervisor dan examiner mereka. Tapi kali ini mereka beruntung, jumlah dosen yg hadir hanya 2 orang! Dr Ahmad Rodzi dan Dr Helmi aja. Dosen² lain berhalangan.

Sebenarnya, masing² student punya 2 orang dosen yg menjadi examiner resmi mereka. Tapi karena viva dilaksanakan secara kolektif, dosen² lain pun boleh menguji mereka. Saya liat sih, emang kayaknya kalo untuk student by course, dosen² juga nggak terlalu “antusias” banget menguji, beda dengan untuk anak by research. Lah, kemaren kita cuma presentasi progress report doang aja, dosen²nya lengkap gitu. Bahkan dosen² lain di luar RS & GIS ini pun ada, krn mereka juga jadi co-supervisornya student yg mesti presentasi. Nah, utk student by course ini, buat viva (sidang gitu, lho), kok bisa kejadian cuma ada 2 dosen yg menguji. Padahal yg viva ada 8 orang! Apa nggak jangar tuh Dr Ahmad dan Dr Helmi, mesti nguji segitu banyak student. Saya kasian juga dengan mereka berdua, gara² dosen² laen nggak bisa dateng, tanggung jawab dosen² tsb jadi harus mereka semua yg nanggung.

Akhirnya, student² itu sidang bentar banget. Presentasi 15-20 menit, trus tanya-jawabnya cuma 5 menit. Keahlian kedua examiner ini, tentu saja nggak menjangkau semua lingkup subjek di jurusan RS-GIS. Seperti Dr Ahmad Rodzi, mungkin dia nggak terlalu expert di bidang remote sensing, sementara Dr Helmi justru sebaliknya, expert di bidang remote sensing, khususnya hyperspectral, tapi nggak terlalu expert di bidang GIS. Nah, sekarang mereka harus menguji project semua student yg bidangnya macem². Kalo kasus kayak gitu, dimana dosen yg menguji kita bukanlah dosen yg expert dgn bidang thesis kita, kemungkinannya cuma ada 2, kalo nggak dia males nanya banyak², atau justru dia malah nanya yg enggak².

Yang jelas, student² yg viva hari itu bener² beruntung, cuma diuji oleh 2 orang examiner. Semuanya lulus. Persiapan mereka lain banget dengan kita yg student by research ini. Kalo student by research, bikin draft thesis, itu sebelumnya diperiksa dulu oleh para supervisor. Mereka baca thesis kita dari awal sampe akhir, ngasih koreksi, komentar, saran disana-sini, lalu kita mesti perbaiki thesis kita berdasarkan hasil pemeriksaan para supervisor tsb. Nanti mereka periksa lagi, koreksi lagi, kasih lagi ke kita utk diperbaiki lagi, beberapa kali, sampe mereka OK, baru deh kita bisa submit thesis kita ke univ (GSO) supaya bisa dijadwalkan viva. Vivanya pun ada external examiner, di samping 3 orang internal. Jadi, yg namanya supervisor dan co-supervisor itu bener² baca dan ngerti isi thesis kita. Tapi kalo utk student by course nggak. Mereka baru mensubmit draft project itu ya pada saat viva. Mereka kasih ke para examinernya masing². Supervisor, kayaknya sih nggak baca seluruh project mereka, kecuali supervisor yg rajin mungkin.

Delapan orang kawan saya yg viva ini adalah Aliaa, Abby, En. Wan Darani, En. Wan Hamid, Ehsan, Hadi, Rizal, dan satu lagi saya lupa namanya, jarang sekelas sih. En. Wan Darani nih termasuk leader di kelas. Pokoknya kalo ada acara apa-apa, dia deh yg biasanya ngurus. Nah, pas viva hari ini pun, dia dengan inisiatif pribadinya menyediakan jamuan minum teh dan makanan ringan. Jadi kayak seminar aja nih sidang, pake ada konsumsinya segala :) . Kawan² yg nggak viva pun boleh turut serta makan dan minum di acara jamuan minum teh ini.

This entry was posted on Thursday, December 13th, 2007 at 3:43 am and is filed under UPM.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply